• Enter Slide 1 Title Here

  • Enter Slide 2 Title Here

  • Enter Slide 3 Title Here

Rabu, 08 Januari 2014

Pengertian dan Fungsi WAN (Wide Area Network )

Jaringan WAN
Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang digunakan untuk membuat interkoneksi antar jaringan komputer local yang secara fisik tidak berdekatan satu sama lain, yang secara fisik bisa dipisahkan dengan kota, propinsi, atau bahkan melintasi batas geography – lintas negara dan benua. Ada beberapa Teknologi Jaringan WAN saat ini yang bisa kita gunakan. Berbeda dengan jaringan LAN, ada perbedaan utama antara keduanya dimana terletak pada jarak yang memisahkan jaringan-2 yang terhubung tersebut. WAN menggunakan media transmisi yang berbeda, maupun hardware dan protocol yang berbeda pula dengan LAN. Data transfer rate dalam komunikasi WAN umumnya jauh lebih rendah dibanding LAN.
Komunikasi Jaringan WAN
Teknologi Jaringan WAN bergantung pada fihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan Telecommunication yang menyediakan layanan hubungan jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan LAN dimana koneksi antar device (komputer) ditransmisikan dari satu piranti digital / komputer kepada piranti digital lainnya melalui koneksi fisik secara langsung, teknologi jaringan WAN menggunakan kombinasi sinyal analog dan sinyal digital dalam melakukan transmisi data.
Pada diagram jaringan WAN berikut ini menjelaskan masing-2 komponen dan fungsi dalam konsep teknologi Jaringan WAN.
Gb 1 Diagram koneksi WAN
  1. DTE (Data terminal equipment) adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan (biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data. DTE (biasanya berupa router jaringan atau bisa saja berupa komputer atau multiplexer) adalah merupakan tanda marka antara jaringan WAN dan jaringan LAN. DTE ini merupakan piranti yang akan berkomunikasi dengan piranti DCE disisi ujung lainnya.
  2. Demarc atau titik demarkasi adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon terhubung dengan rumah pelanggan.
  3. Local Loops adalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.
  4. DCE (data circuit terminating equipment) adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan fungsi yang berbeda.
  5. WAN cloud, merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap, makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.
  6. PSE (packet switching exchange) adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan WAN cloud.
Paket messages menjelajah dari titik ke titik yang berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan. Disini tidak lagi dibahas mengenai teknologi jaringan WAN dalam koneksi WAN yang sudah dibahas sebelumnya, yang secara pokok ada tiga macam berikut ini:
  1. Koneksi Dedicated
  2. Jaringan Circuit-switched
  3. Jaringan Packet-switched
Jenis Jaringan WAN dedicated dan switched mempunyai suatu koneksi yang selalu tersedia kepada jaringan, akan tetapi untuk jenis circuit switched perlu melakukan suatu pembentukan koneksi via semacam mekanisme dial-up antar kedua piranti yang mau berkomunikasi. Dalam suatu konfigurasi dial-on-demand routing (DDR) – router secara automatis membuka koneksi jika ada data yang akan ditrasnmisikan (tentunya sesuai dengan access-list rule), dan akan menutup sendiri jika line dalam keadaan idle selama durasi tertentu yang disetel dalam konfigurasinya.
Layanan Jaringan WAN
Ada banyak penerapan teknologi jaringan WAN pada layanan WAN oleh ISP atau jasa layanan koneksi WAN yaitu sebagai berikut:
PSTN
PSTN adalah public switched telephone network, adalah merupakan teknologi tertua dan diapakai secara luas diseluruh dunia dalam komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi Jaringan WAN dalam jaringan circuit-switched. Teknologi ini berbasis dial-up atau leased line (always-on) menggunakan line telephone dimana data dari digital (komputer) diubah menjadi data analog oleh modem, dan kemudian data tersebut menjelajah dengan kecepatan terbatas sampai 56 Kbps saja.
Leased lines
Leased line adalah jenis dedicated dari teknologi jaringan WAN menggunakan suatu koneksi langsung yang bersifat permanen antara piranti yang berkomunikasi dan memberikan suatu koneksi konstan dengan kualitas layanan koneksi (QoS). Akan tetapi leased line adalah lebih mahal dibanding dengan sambungan sesuai kebutuhan (dial-on-demand) PSTN.
X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T – adalah suatu teknologi jaringan WAN paket switching melalui jaringan PSTN. X.25 dibangun dengan merujuk pada layer Data Link dan Physical layer pada referensi model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switched, walaupun X.25 bisa juga dibentuk menggunakan jaringan digital. Protocol X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antara DTE dan DCE di setup dan dipelihara dalam Public Data Network (PDN)
  • Anda perlu berlangganan layanan X.25 yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membentuk koneksi WAN.
  • X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 Kbps pada line analog.
  • X.25 menggunakan frame sebagai ukuran variable paket
  • Disediakan deteksi dan koreksi error untuk menjamin keandalan melalui kualitas line analog yang rendah.
Frame relay
Frame relay telah dibahas panjang lebar secara terpisah, artikel yang termasuk juga jaringan frame relay dan juga koneksi frame relay. Frame relay adalah salah satu teknologi jaringan WAN dalam paket switching – suatu komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi.
ISDN
ISDN secara rinci juga dibahas terpisah, lihat jaringan ISDN disini baik untuk jaringan ISDN BRI maupun jaringan ISDN PRI. ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standards pada penggunaan line telephone untuk kedua transmisi analog maupun digital.
ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknologi jaringan WAN dengan koneksi kecepatan tinggi dengan menggunakan paket switched system dari kecepatan 155 Mbps sampai 622 Mbps. Ia dapat mentransmisikan data secara simultan, voice yang digitize, dan sinyal digitize video melalui kedua jaringan LAN dan WAN. Karakteristik ATM meliputi berikut ini:
  • Menggunakan cell kecil berukuran tetap (53-byte) yang mana lebih muda diproses dibandingkan X.25 maupun frame relay yang menggunakan cell dengan panjang bervariable
  • Transfer rate bisa setinggi sampai 1.2 Gigabits
  • Line digital berkualitas tinggi, low noise, yang menghilangkan perlunya adanya error-checking.
  • Bisa menggunakan bermacam-macam media baik coaxial, twisted pair, maupun fiber optic.
  • Bisa mentransmisikan secara simultan jenis data yang berbeda.
Tidak ada perbedaan yang jelas antara layanan WAN seperti frame relay dan ISDN. Misalkan saja anda bisa menggunakan protocol frame relay melalui line ISDN. Begitu piranti terhubung dengan WAN cloud, protocol internal dapat mengkonvert data traffic kedalam format seperlunya kemudian mengkonvert data itu kembali disisi ujung lainnya.
Hardware WAN
Hardware WAN biasanya tergantung pada layanan WAN yang ingin anda koneksikan. Setiap protocol WAN mempunyai spesifikasi dan kebutuhan yang berbeda untuk hardware dan media transmisinya. Akan tetapi anda mempunyai pilihan dalam hardware yang anda gunakan, dan hardware WAN selalu compatible dengan layanan WAN.
Penyedia layanan WAN biasanya memberikan pilihan kepada anda hardware apa yang akan dipakai untuk jaringan WAN dan local loop sampai titik demarc. Local loop biasanya kabel tembaga, kabel yang sama dengan digunakan untuk layanan telpon.
Kabel tembaga diklasifikasikan berdasarkan bandwidth, pada gilirannya menentukan berapa besar data yang bisa dikirim, dan apakah sinyal analog atau digital. Berikut dijelaskan dua metoda dalam mengklasifikasikan bandwidth melalui kabel tembaga.
POTS (plaint old telephone services)
Layanan POTS mempunyai karakteristik berikut:
  • Kabel-kabel yang ada hanya menggunakan satu pasangan twisted
  • Sinyal analog digunakan melalui local loops
  • Sebuah modem diperlukan untuk digunakan mengkonversi sinyal digital kedalam sinyal analog.
  • Batas efektif line sebatas 56 Kbps
T-Carriers
Teknologi jaringan WAN menggunakan teknologi T-Carriers mempunyai karakteristik berikut ini:
  • Menggunakan dua pasang twisted kabel tembaga
  • Menggunakan sinyal digital
  • Beberapa channel 64 Kbps beroperasi pada kabel yang sama.
T-cariers line diklasifikasikan oleh beberapa channel pendukung yaitu:
  • T1 (24 channels)
  • E1 (31 channel)
Catatan bahwa channel 64 Kbps terkadang disebut sebagai DS-0. Line yang menggunakan 24 channel (T-1) juga biasa direferensikan kepada line DS-1. Line T-Carriers dapat dibagi menurut jenis data (yaitu: data, digitized voice, digitized video).
Disamping media transmisi, anda memerlukan hardware untuk menghubungkan ke WAN dan juga format signal yang tepat untuk jenis koneksi yang anda gunakan. Kita tahu bahwa modem mengkonversikan sinyal analog ke digital dan sebaliknya. Kita menggunakan satu atau kedua hardware berikut ini dalam semua jaringan digital:
Multiplexer
Sebuah multiplexer adalah hardware yang menggabungkan signal dari dua atau lebih piranti kedalam media segmen yang sama. Pada sisi penerima, multiplexer memisahkan sinyal-2 gabungan ini.
  • Sebuah multiplexer Statistical menggunakan channel2 virtual berbeda pada medium fisik yang sama untuk mengirim beberapa sinyal2 yang berbeda sekaligus, yaitu sinyal2 menjelajah bersamaan melalui medium yang sama
  • Multiplexer time-division mengirim data paket dari sinyal2 yang berbeda pada interval waktu yang berbeda ketimbang harus mengirim paket dengan membagi medium fisik kedalam chanel2, data dikirim pada slot waktu yang berbeda.
CSU/DSU
Sebuah Channel service unit / Data service unit (CSU/DSU) menghubungkan sebuah jaringan dengan line kecepatan tinggi seperti T1. Piranti ini melakukan format aliran data digital kedalam format frame yang tepat dan juga line code untuk line digital. Ia juga memberikan fungsi timing. Beberapa CSU/DSU juga berfungsi sebagai multiplexer juga atau dibangun integral kedalam router.
  • CSU menerima dan mengirim sinyal kepada line WAN, melakukan echo feedback sinyal selama test telpon dan meredam interferensi electrical
  • DSU mirip sebuah modem antara DTE dan CSU. Ia mengkonversikan frames dari format yang digunakan didalam LAN kedalam format yang digunakan pada line T1, dan juga sebaliknya. Ia juga memanage line, error timing, dan regenerasi sinyal.
Kita juga bisa menggunakan berbagai macam interface protocol untuk konektivitas WAN, seperti synchronous serial protocols atau asynchronous protocols.
Synchronous serial protocol menggunakan clock sinyal stabil antara DCE dan DTE kepada waktu transmisi data. Komunikasi synchronous mengirim data frame yang besar sejalan dengan waktu clock dan baud-rate. Ia menggunakan bandwidth secara effisien.
Protocol signal synchronous meliputi:
  • V.35
  • RS-232 (EIA/TIA)
  • X.21
  • RS-449
  • RS-530
Setiap jenis piranti serial menggunakan konekstor khusus meliputi:
  • DB60
  • DB25
  • DB15
  • DB9
Catatan bahwa nomor yang mengikuti tersebut menunjukkan jumlah pin, DB25 menunjukkan jumlah pin 25 dsb.
Protocol asynchronous
Protocol asynchronous menambahkan start-bit dan stop-bit pada setiap paket yang dikirim ketimbang memaksa kedua piranti pengirim dan penerima untuk menggunakan clock yang sama. Sinyal protocol asynchronous adalah paling banyak dipakai antara dua modem. Akan tetapi dia juga menambahkan overhead karena penambahan extra bit yang pada gilirannya memperlambat baud rate. Protocol sinyal asynchronous meliputi:
  • V.90
  • V.42
  • V.35
  • V.34
  • V.32, V.32bits, V.32turbo
  • V.22
Sinyal asynchronous menggunakan line telpon standard dan jacks. Koneksi meliputi:
  • RJ-11 (2 kabel)
  • RJ-45 (4 kabel)
  • RJ-48
Interface bisa dirujuk kepada port fisik pada router yang menghubungkan LAN dan WAN.
Methoda encapsulation jaringan WAN
Protocol layer fisik WAN menspesifikasikan metoda hardware dan bit sinyal. Protocol layer Data link mengendalikan beberapa atau semua fungsi2 berikut:
  • Error checking dan koreksi
  • Pembentukan link
  • Komposisi frame-field
  • Point-to-point flow control
Protocol2 layer Data link juga menjelaskan metoda encapsulation atau format frame. Metoda encapsulation WAN umumnya adalah HDLC (high level data link control). Tergantung pada layanan WAN dan metoda koneksi, beberapa metoda encapsulation meliputi:
  • Cisco HDLC untuk synchronous, koneksi point-to-point dengan router Cisco
  • LAPB untuk jaringan2 X.25
  • LAPD dalam kombinasi dengan protocol lain untuk channel B dalam jaringan ISDN
  • PPP untuk akses LAN dial-up, jaringan WAN circuit-switched dan jaringan ISDN
  • Cisco/IETF untuk jaringan frame relay

 Sumber: WWW.GOGGLE.COM sorry ~

Rabu, 27 November 2013

cara membuat hotspot di windows 7 di Laptop/komputer

cara setting adhoc . cara sharing file lewat adhoc . Ternyata Keunggulan perangkat wifi pada laptop sangatlah menguntungkan. Tentu saja di antaranya adalah untuk melakukan network and sharing dengan mudah tanpa menggunakan kabel. 




Kelanjutannya adalah kita bisa melakukan sharing file, koneksi internet atau game online. Khusus jika operating system yang digunakan adalah Windows 7, setting yang dilakukan akan lebih mudah dengan wizard yang disediakannya. Disamping itu faktor keamanan agar network dan sharing itu tidak mudah ditembus juga diperbaiki tanpa mempersulit langkah-langkah setting yang dilakukan
Langkah-Langkahnya sangat mudah, sebagai berikut:
Jika di salah satu laptop mempunyai modem atau koneksi internet (non wifi), maka masing-masing komputer TIDAK PERLU di setting IP address, namun jika tidak ada koneksi internet sama sekali dan hanya network sharing, maka sebelumnya masing-masing laptop PERLU DI SETTING DENGAN IP ADDRESS KELAS YANG SAMA
Langkahnya sebagai berikut:
Klik jalur ini: Start Menu ->Control Panel->Control Panel\Network and Internet\Network and Sharing Center->klik Change Adapter Setting
Kemudian klik kanan lalu pilih properties pada wireless network connection device anda
Pilih saja Internet Protocol Version 4 lalu klik properties lagi

Masing-masing komputer disikan dengan IP address yang berkelas sama, ada 3 kelas yang dapat digunakan, yakni:
Kelas A:  Jangkauan 10.0.0.0 10.255.255.255
Kelas B: jangkauan 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C: jangkauan 192.168.0.0 – 192.168.255.255
Misal kita menggunakan kelas C:
Komputer 1 : 192.168.0.1
Komputer 2 : 192.168.0.2
Komputer 3 : 192.168.0.3 dst
Sedangkan untuk subnet mask diisikan sama untuk semua laptop : 255.255.255.0
Klik ok
Membuat Ad hoc conection
Klik jalur sebagai berikut :Start Menu ->Control Panel->Control Panel\Network and Internet\Network and Sharing Center->klik Manage Wireless Networks
Klik add
Pilih create ad hoc connection
Isi Nama jaringan, Security Type isikan: WEP, lalu isi security key dengan 5 sd 13 angka yang unik, maksud unik di sini untuk mudahnya adalah jangan sampai ada 2 angka sama atau 2 atau lebih angka berurutan lalu berhenti atau apapun yang tidak aman. Silahkan diacak. Setelah menentukan password, jangan lupa dicatat dan dibagikan kepada pengguna laptop yang akan melakukan koneksi

Selanjutnya jika koneksi itu di salah satu laptop host mempunyai koneksi internet, maka wizard akan bertanya apakah koneksi internet itu akan disharing atau tidak, anda bebas memilih.
Jika ternyata anda saat itu keliru memilih untuk tidak disharing tapi anda ingin melakukan sharing internet, maka sebelum koneksi dilakuakn, maka nyalakan sharing mengikuti patch Start Menu ->Control Panel->Control Panel\Network and Internet\Network and Sharing Center->klik Change Adapter Setting..lalu klik kanan Wireless Network Connection ..pilih properties…pilih tab sharing, dan contreng pilihan paling atas

Langkah membuat koneksi sudah selesai, masing-masing laptop tinggal melakukan koneksi di wireless network seperti biasa, tentu saja dengan memasukkan security password yang telah dibagi tadi
Mengaktifkan Sharing File dan Printer
Langkahnya adalah anda ikuti patch ini : Control Panel\All Control Panel Items\Network and Sharing Center\Advanced sharing settings
lalu anda setting sebagai berikut
§  Network Discovery —> Turn on Network Discovery
§  File and Printer Sharing—> Turn on File and Sharing Printer
§  Password protected sharing —> Sesuai keinginan anda
Perhatikan Gambar berikut:
Melakukan sharing files and Folder
Cukup klik kanan folder yang akan disharing, lalu klik share with, lalu klik specifik people
Pada drop down pilihan, pilih everyone dan klik add
Lalu klik share.

Folder tersebut akan tampak jika diakses pada my netwok place oleh pengguna laptop yang ikut koneksi tersebut.
Kegunanan lainnya tentu saja untuk melakukan game online, tapi jangan terlalu berlebihan
Selamat mencoba
Sumber Google :)

Selasa, 15 Oktober 2013

Tutorial Menambahkan Kolom menu di blog menggunakan Laman

Oke Sob kali ini saya akan mengajarkan cara membuat menu home menggunakan laman pada blog ~
1.       Login ke blog anda >> ke dasbor blog >> lalu pilih laman ,

2.       Lalu pilih laman baru  >> setelah itu pilih alamat web,

3.       Setelah itu akan ada pemberitahuan seperti ini silahkan ganti judul laman sesuai keinginan anda
Dan tuliskan alamat URL anda di kolom bawahnya lalu simpan.

4.       Setelah itu klik jangan tampilkan lalu ubah dengan Tab atas .

5.       Lalu pilih simpan setelan di atas pojok kanan.
6.       Setelah itu pilih tata letak dan edit laman dan akan keluar seperti ini .

7.       Lalu pilih simpan dan lihat hasilnya.

Demikian tutorial membuat menu tab pada laman, semoga dapat bermanfaat . J
Terima kasih ~


                                                                                    ©Wednesday Agung Pratama

Selasa, 01 Oktober 2013

Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Sejarah Perkeretaapian


Tugu Lokomotif yang berada di depan Kantor Pusat PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum’at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen – Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang – Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 – 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.
Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar – Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang – Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak – Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.
Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA disana.
Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 – 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah – Cikara dan 220 km antara Muaro – Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro – Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro – Pekanbaru.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam “Angkatan Moeda Kereta Api” (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya “Djawatan Kereta Api Republik Indonesia” (DKARI).
Ringkasan Sejarah Perkeretaapian Indonesia
  • Th. 1864 : Pertama kali dibangun Jalan Rel sepanjang 26 km antara Kemijen Tanggung oleh Pemerintah Hindia Belanda
  •  
  • 1864 s.d 1945 : Staat Spoorwegen (SS), Verenigde Spoorwegenbedrifj (VS), Deli Spoorwegen Maatschappij (DSM)
  • 1945 s.d 1950 : DKA
  • 1950 s.d 1963 : DKA – RI
  • 1963 s.d 1971 : PNKA
  • 1971 s.d.1991 : PJKA
  • 1991 s.d 1998 : PERUMKA
  • 1998 s.d.2010 : PT. KERETA API (Persero)
  • 2010 s.d sekarang : PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
  • Sumber: Bumn.go.id

Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api

Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api
Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.
Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.
Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.
Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.
Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil
Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.
Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api.
Sumber: BeritaUnik.com

Nomor Kereta On Gapeka 2013

Gapeka 2013

1 - 4 ABA
5 - 6 WILIS
7 - 8 LAWU
7F-8F LAWU FAKULTATIF
9 - 10 DWIPANGGA
9F-10F DWIPANGGA FAKULTATIF
11 - 12 SINDORO
13 - 14 MURIA
15 - 18 JATI
17F-18F JATI FAKULTATIF
19 - 30 PARAHYANGAN
31 - 32 GAJAYANA
33 - 34 BIMA
35 - 36 SEMBRANI
37 - 38 TURANGGA
39 - 42 TAKSAKA
43 - 44 BANGUNKARTA
45 - 46 PARCEL ONS
47 - 56 CIREBON EKSPRESS
57 - 60 HARINA
61F - 62F RAJAWALI
63 - 64 GUMARANG
65 - 68 LODAYA
69 - 72 PURWOJAYA
73 - 76 SANCAKA
77 - 80 MUTIARA TIMUR
85 - 86 MALABAR
87 - 88 MALIOBORO EKSPRESS
89 - 90 PARCEL
91 - 92 FAJAR UTAMA SEMARANG
93 - 94 MUTIARA SELATAN
95 - 96 SENJA UTAMA SOLO
97 - 98 FAJAR UTAMA YOGYAKARTA
99 - 100 SENJA UTAMA YK
101 - 104 SAWUNGGALIH
105 - 106 MAJAPAHIT
107 - 108 MENOREH
109 - 110 BOGOWONTO
111 - 112 GAJAHWONG
113 - 114 MATARMAJA
115 - 116 GBMS
117 - 118 BRANTAS
119 - 120 KERTAJAYA
121 - 122 PASUNDAN
123 - 124 KAHURIPAN
125 - 126 BENGAWAN
127 - 128 PROGO
129 - 132 LOGAWA
133 - 134 KUTOJAYA UTARA
135 - 138 SRI TANJUNG
139 - 140 TAWANG JAYA
141 - 144 SERAYU
145 - 146 KUTOJATA SELATAN
147 - 148 TEGAL ARUM
149 - 152 TAWANG ALUN
153 - 154 ARJUNA EKSPRESS
155F - 158F KELUD EKSPRESS
163 - 166 MADIUN JAYA EKSPRES
167 - 168 CEPU EKSPRESS
169 - 170 BLORA JAYA AC
171 - 178 KALIGUNG MAS
179 - 200 KRD PATAS BANDUNG RAYA
201F - 202F MADIUN JAYA EKONOMI
207 - 226 SRIWEDARI/PRAMEKS
231 - 232 BUMI GEULIS
233 - 236 BLORA JAYA NON-AC
238F - 241F BATHARA KRESNA
243F - 244F PANDANWANGI SMRG
245F - 246F BANYUBIRU
247F - 248F BUMI GEULIS
249 - 262 KOMUTER SUPOR
263 - 266 KOMUTER SULAM
267 - 270 KALIMAYA
275 - 278 RANGKAS JAYA
281, 283 PATAS MERAK
282, 284 BANTEN EKSPRES
285 - 286 PATAS PURWAKARTA
287 - 294 LOKAL PURWAKARTA
295 - 319 CEPAT RANGKAS
320 - 337 KRD EKONOMI BANDUNG RAYA
338 - 339 LOKALAN CIBATU (PWK- CB.pp)
340 - 343 LOKALAN CIANJUR (PDL - CJ.pp)
345 - 360 DHOHO
361 -373 PENATARAN
374 - 377 KRD BBT
376 - 375 KRD BJ
378 - 379 KRD KTS
387 - 392 AREK SUROKERTO
400-402/404/408/412/416A/418/420-424/429-436/439-452/455-464/467-476/480-486/489-500/505-508/513-516/525-526/531-540/547-548/551-554/557-608/611-617/619/621-622/625/629/631/633/634/639/641-642-647-648 KRL LINTAS BOO/DP-JAKK PP.
650/652/655-670/673-688/691-702/705-714/717-720/723-728/731-736/739-746/749-764/767-769/771-772/775-776 KRL LINTAS BKS-JAKK PP.
801-806/809-860/865-880/885-896/901-904/909-920/925-936/945-956/961-976/981-984/997-1004/1009-1030/1033-1036/1041-1044 KRL LINTAS BOO/DP-JNG PP.
1100/1102-1121/1123-1126/1129-1132/1135-1138/1141-1146/1151-1154/1157-1164/1167-1196 KRL LINTAS THB-SRP/PRP/MJ PP.
1401-1454 KRL LINTAS JAKK-KPB PP.
1455-1472/1475-1476/1479-1482 KRL LINTAS AK/THB-MRI PP.
1201A-1204A/1207A-1212A/1215A-1220A/1223A-1226A/1231A-1234A/1239A-1242A/1247A-1250A/1251A-1251A/1255A-1260A/1263A-1266A/1269A-1272A KRL LINTAS TNG-DU PP.

7001-7004 ARGO PARAHYANGAN TAMBAHAN
7005-7008 ARGO JATI TAMBAHAN
7009-7010 CIREBON EXPRESS TAMBAHAN
7011-7012 SEMBRANI TAMBAHAN
7013-7014 SANCAKA TAMBAHAN


1501 - 1502 JAKA LOG 1 BET-TPK
1503 - 1504 KONTAINER-JPT 1 KLM-TPK
1505 - 1506 LOGISTIK BET-TPK
1507 - 1508 KONTAINER-JPT 2 KLM-TPK
1509 - 1510 KONTAINER-BKE SBI-JAKG
1511 - 1512 PETIKEMAS KLM-TPK
1513 - 1514 JAKA LOG 2 BET-TPK
1515F - 1516F BARANG CEPAT SBI-KPB
1517 - 1518 PETIKEMAS KLM-TPK
1521 - 1526 PETI KEMAS GDB - TPK
1600 - 1607 KETEL MA-TG
1609 - 1610 KETEL RWL-MN
1611F - 1612F KETEL BET-MN
1613 - 1616 KETEL BET-MLK
1617F - KETEL BET - BG
1618F - 1626F SIMUT MLK - BG / BG - BET
1700 - 1701 SEMEN HOLCIM KRL-LPN
1702 - 1703 SEMEN HOLCIM KRL-SLO
1704 - 1705 SEMEN HOLCIM KRL-SR
1741F - 1742F PUPUK PETRO GRESIK KLM-BW
1739F - 1740F SEMEN GRESIK BBT - SMC
1734F - 1735F - 1738F SEMEN GRESIK BBT - GBN - SLO - KYA
1728F - 1729F - 1732F SEMEN GRESIK BBT - GBN - SLO - LPN
1727F - 1730F - 1731F SEMEN GRESIK BBT - GBN - SLO - LPN
1537F - 1540F GARUDA FOOD LEC - WO - MR - LMB
1531F - 1532F LOGISTIK-II BET - SBI - LMB
1533F - 1535F LOGISTIK-IV KLM - KPB
1651 - 1658 BARANG ANGKUTAN BATU BARA PAGI (BKS-CGD.pp)
1659 - 1662 BARANG ANGKUTAN BATU BARA MALAM (BKS-CGD.pp)
1663 - 1668 BARANG ANGKUTAN CONTAINER DAN BAJA COIL (CGD - TPK.pp)
Sumber: Sensus Lokomotif Today

Jalur Kereta Api Indonesia 1876-1925

Perkembangan Jalur Kereta Api di Indonesia 1876-1925
Sejak tahun 1876 hingga 1925 telah dibangun jalur rel sebagi berikut
Jalur Pertama 1876
Kemijen - Tanggung 26 km (Semarang)
Tahun 1888
Batavia - Bogor - Sukabumi - Bandung
Batavia - Tanjung Priok dan Batavia - Bekasi
Cilacap - Kutoatjo - Yogya - Solo - Madiun - Sidoarjo - Surabya
Kertosono - Kediri - Blitar
Sidoarjo - Malang dan Bangil - Pasuruan - Probolinggo
Solo - Purwodadi - Semarang dan Semarang - Rembang
Tegal - Balapulang
Tahun 1899
Batavia - Rangkasbitung
Bekasi - Krawang
Cicalengka - Cibatu (Garut) - Tasikmalaya - Maos - Banjarnegara
Cirebon - Semarang dan Semarang - Blora
Yogya - Magelang
Blitar - Malang dan Krian - Surabaya
Sebagian jalur Madura
Tahun 1913
Rangkasbitung - Labuan dan Rangkasbitung - Anyer
Krawang - Cirebon dan Cikampek - Bandung
Pasuruan - Banyuwangi
Seluruh jaringan Madura
Blora - Bojonegoro - Surabaya
Tahun 1925
Sisa jalur Pulau Jawa
Elektrifikasi Jatinegara - Tanjung Priok
Elektrifikasi Batavia - Bogor:
Sumatra Selatan: Panjang - Palembang dan
Sumatera Barat: sekitar Sawahlunto dan Padang
Sumatera Utara: Tanjung Balai - Medan - Pematangsiantar; dan Medan - Belawan - Pangkalansusu.
Sulawesi: Makasar - Takalar dan rencana Makasar - Maros - Sinkang
Sulawesi Utara: rencana Manado - Amurang
Kalimantan: rencana Banjarmasin - Amuntai; dan rencana Pontianak - Sambas
Untuk Kalimantan dan Sulawesi tidak terlaksana karena baru akan dimulai dibangun tahun 1941 dan Perang Dunia II meletus.
Kereta Listrik di Indonesia tahun 1925
Kereta listrik baru dikenal pada tahun 1916 di Amerika Serikat (Milwaukee - Chicago) dan di Indonesia baru dimulai tahun 1921 untuk jalur Batavia - Bogor bahkan sampai Sukabumi.Kemudian direncanakan Jatinegara - Pasar Senen - Tanjung Priok; Tanjung Priok - Kota; Kota - Pasar Senan; dan Kota - Manggarai - Jatinegara. Selanjutnya Manggarai - Bogor.
Berbagai Lokomotif Uap di Indonesia
Di Indonesia pernah ada lokomotif uap dari berbagai jenis, antara lain:
Lokomotif Uap Tahun 1898: Seri B Bristol
Lokomotif Uap Tahun 1905: Seri C Birmingham
Lokomotif Uap Tahun 1920: Seri BB Manchester
Lokomotif Uap Tahun 1930: Seri CC Manchester
Lokomotif Uap Tahun 1954: Seri D54 Krupp Liepzig
Sumber: Wikipedia